Model Perkotaan TRANUS

Model TRANUS merupakan model hubungan keseimbangan dinamis antara transportasi perkotaan dan penggunaan lahan untuk mensimulasikan proses evolusi kota. Model TRANUS ini telah diterapkan di berbagai kota seperti: Victoria (Venezuela), Caracas, Curracao, Swindown (UK), Saporo dan Sendai (Jepang), Bangalore (India), Xiamen (China) terbukti memiliki penerapan dan pengoperasian yang cukup baik (De la Barra, 1989; Modelistica, 2007; Roychansyah, 2002; Vichiensan dkk, 2005; Lefevre, 2008; Zhou dkk, 2013). Selain itu, menurut Vichiensan (2005) menyatakan bahwa model perkotaan TRANUS mampu memberikan arah kebijakan jangka panjang yang paling menguntungkan untuk mendukung skenario pembangunan berkelanjutan.

Tujuan model TRANUS adalah (1) Untuk merancang simulasi kemungkinan efek proyek atau kebijakan di berbagai kota ataupun wilayah dan (2) Untuk mengevaluasi efek cara pandang ekonomi, pendanaan dan lingkungan. Adapun struktur komponen sistem model TRANUS terdiri dari: lokasi dan interaksi diantara aktivitas, keterhubungan transportasi dan aktivitas dan prosedur model transportasi dan evaluasi. Adapun kelebihan model TRANUS diantaranya:

  1. Mampu menerpadukan sistem aktivitas (guna lahan) dan sistem transportasi.
  2. Mampu memberi arahan simulasi pengembangan kota dalam jangka panjang dengan agregat waktu perencanaan dapat dilakukan hingga 30 tahun.
  3. Mampu mengevaluasi program sehingga dapat melihat seberapa besar efek buruk perubahan yang telah dan akan terjadi.
  4. Tidak ada batasan zona dan node yang disimulasikan dalam TRANUS.
  5. Software gratis dan tanpa lisensi.

Namun, Model TRANUS juga memiliki kelemahan yaitu dalam proses menjalankan program (running) sulit dilakukan ketika kurang data statistiknya dan ada jenis jaringan yang tidak terhubung secara utuh.

Jika dibandingkan dengan 20 model perkotaan yang  berkembang saat ini maka TRANUS adalah  model perkotaan yang mengembangkan kota dengan menerpadukan antara guna lahan dan transportasi dan selalu update dalam pembaharuan softwarnya hingga tahun 2011. Adapun 20 model perkotaan digambarkan dalam tabel sebagai berikut:

Tabel. Dua Puluh Model Perkotaan

20 model Perkotaan

Sumber: Wegenar, 2014.

Sementara itu, jika dilihat secara substansi dari komponen sub sistem model perkotaan guna lahan dan transportasi maka TRANUS merupakan model perkotaan yang mencakup semua komponen susb sistem. Adapun enam subsistem yaitu: jaringan, guna lahan, work places, perumahan, employment, populasi, good transport dan travel.  Seperti yang digambarkan dalam tabel di bawah ini:

Tabel 2

Oleh karena itu, model TRANUS dapat dijadikan sebagai alat mengembangkan skenario kebijakan guna lahan dan transportasi di suatu kota. Sehingga alternatif skenario yang dikembangkan tersebut, dapat dipilih skenario  terbaik untuk membangun kota yang mengintegrasikan guna lahan dan transportasi.

REFERENSI:

  1. De la Barra, T, (1989),  Integrated Transport and  land Use Model: Decision Chains and Hierarchies, Cambridge University Press, Cambridge, U.K.
  2. De la Barra, T, (2011),  Integrated Transport and  land Use Model: Decision Chains and Hierarchies, Cambridge University Press, Cambridge, U.K.
  3. Modelistica, (2009 di update 2011). A guide to the application of the TRANUS modeling system to the city of Swindown. Swindown: TRANUS.
  4. Modelistica, (Updated 2008). User Manual: Models and report-generating programs of TRANUS. Melbourne: Modelistica Program TRANUS.
  5. Modelistica, (2012). User Manual: Graphical Interface and Database of  TRANUS – TUS Melbourne: Modelistica Program TRANUS.
  6. Modelistica, (2012). General Description : Integrated Land Use and Transport Modeling System. Melbourne: Modelistica Program Tranus.
  7. Roychansyah, M. S. (2002), An  Evaluation System of Policy Alternatives from the Viewpoint of  a Compact City (Konpakuto Shiti no tame no Seisaku Hyouka Sisutemu no Kouchiku), Tesis Master di Departemen Teknik Sipil, Universitas Tohoku, Sendai.
  8. Vichiensan, V., Roychansyah M.S., Kazuaki Miyamoto, Yoshiyuki Tokunaga, (2005). Evaluation  System of Policy Measure Alternatives for a Metropolis Based on Tranus from The View Point of. Journal of the Eastern Asia Society for Transportation Studies, Vol. 6, pp. 3803 – 3818.
  9. Wegener, M., (2004). Overview of Land Use Transport Models. Transport Geogaphy and Spatial Systems. Dortmund Germany: Pergamon/Elsevier Science, 127-146.
  10. Zhou, J.L., Shenghui Cui, Quanyi Qiu, Qianjun Zhao, (2013). Exploring the relationship between urban transportation energy consumption and transition of settlement morphology: A case study on Xiamen Island, China. Jurnal Elsevier, Science Direct, 37, Hlm 70-79.
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s