Apa definisi dari perencanaan itu? khususnya dari segi tata ruang kota?

Perencanaan

Dalam setiap kegiatan dan aktvitas manusia pasti memerlukan yang namanya perencanaan karena perencanaan merupakan suatu hal yang sangat penting (urgent) untuk di konsep dan diimplementasikan dalam aktivitas dan kegiatan manusia demi terwujudya suatu kegiatan atau aktivitas yang terstruktur, terarah, sistematis dan logis serta mendapatkan hasil yang baik. Perencanaan merupakan kata yang lumrah digunakan dalam kehidupan manusia. Perencanaan berasal dari kata rencana yang memiliki arti hasil dari suatu kegiatan yang terstrukur, logis dan sistematis dan memiliki tujuan yang jelas.

Dalam konteks ilmu perencanaan wilayah dan kota berdasarkan interpretasi penulis, Perencanaan adalah proses yang mengasilkan produk yang merangsang proses lagi yang akan menghasilkan produk dan seterusnya (merupaakan proses yang dilakukan secara intensif, dinamis dan berkesinambungan). Dalam merecanakan suatu wilayah dan kota maka memerlukan suatu proses perencanaaan yakni adanya input (masukan), adanya proses/analisis dan adanya out put / Produk / Keluaran. Selain itu, produk perencanaan juga harus berorientasi ke masa depan yang lebih baik dengan menyelesaikan permsalahan-permasalahan yang ada dalam suatu wilayah atau kota yang dilakukan secara berkelanjutan (sustainable) oleh para perencana untuk kemajuaan dan kesejahteraan masyarakat.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa perencanaan adalah kegiatan penyusunan rencana yang dilakukan oleh seorang planner secara terstruktur, tertata, terarah dan terkoordinir dengan prinsip efisiensi,optimalisasi, sustainable dan kontinue serta berkesinambungan dalam menyelesaikan suatu permasalahan-permasalahan dalam lingkup perencanaan, baik yang bersifat area, sektor dan waktu tertentu yang dilakukan oleh beberapa stakeholder yakni masyarakat, pemerintah dan swasta.

Perencanaan wilayah merupakan suatu hal yang perlu kita terapkan dalam sebuah komunitas masyarakat yang beranekaragam (pluralis) seperti halnya di Indonesia. Dalam penerapan perencanaan banyak hambatan dan tantangan serta masalah yang timbul secara signifikan baik dari segi spasial maupun aspatial. Tantangan, hambatan dan masalah dalam perencanaan merupakan hal yang sangat perlu kita selesaikan secara kritis, aplikatif dan analitik. Dalam hal ini, ada beberapa permasalahan/hambatan yang mempengaruhi proses penerapan perencanaan sehingga perencanaan tersebut  tidak dapat merubah masa depan menjadi lebih baik. Tantangan dan hambatan permasalahan tersebut adalah:

  1. Kepentingan Politik dan Pemenuhan Kebutuhan Semua Masyarakat

Dalam perencanaan seorang planner memiliki tugas yang berat yakni pemenuhan kebutuhan masyarakat baik spasial maupun aspatial. Dalam pemenuhan kebutuhan tersebut, kerap kali ada beberapa tantangan dan hambatan yang terjadi karena adanya beberapa kepentingan baik kepentingan politik, individu maupun golongan. Dengan beberapa kepentingan tersebut  menimbulkan perencanaan yang kita buat tidak dapat secara maksimal diaplikatifkan dalam keidupan masyarakat padahal memiliki tujuan untuk kemaslahatan dan kesejahteraan bersama. Sehingga. tantangan dan hambatan tersebut harus dapat kita selesaikan bersama dengan arif dan bijaksana yang dapat menguntungkan semua pihak. Karena ketika hal itu tidak kita perhatikan dan dapat merugikan pihak tertentu maka akan menimbulkan konflik di masa depan.

  1. Aktivitas Masyarakat Yang Beranekaragam

Aktivitas manusia yang beranekaragam merupakan suatu hal yang terkadang kita abaikan dalam perencanaan. Setiap masyarkat memiliki tatanan sosial, tatanan ekonomi dan tatanan budaya yang berebeda-beda. Hal ini dapat menghambat proses perencanaan yang sudah kita rencanakan. Masyarakat yang memiliki budaya tertentu terkadang tidak memiliki kecocokan dalam setiap perencanaan yang sudah kita rencanakan. Hal ini merupakan suatu hambatan dan tantangan yang harus kita selesaikan bersama-sama dengan melibatkan beberapa stakeholder yakni pemerintah, swasta dan masyarakat. Dengan harapan adanya keterlibatan semua pihak tidak menimbulkan pemasalahan baru.

  1. Lingkungan Alam Sekitar

Lingkungan alam sekitar merupakan hal yang sangat penting diperhatikan oleh seorang perencana. Lingkungan alam merupakan objek untuk kita rencanakan sehingga lingkungan yang kita rencanakan harus memiliki daya dukung lingkungan yang memadai baik biotik maupun abiotik. Perencanaan yang tidak memperhatikan daya dukung lingkungan maka akan menimbulkan bencana alam (banjir dan tanah longsor), kemacetan lalu lintas dan lain sebaginya.  Maka dalam setiap perencanaan perlu memperhatikan potensi dan permasalahan lingkungan dengan harapan permasalahan dapat kita selesaikan bersama dan potensi yang dimiliki setiap wilayah dapat bermanfaat untuk kehidupan manusia. (zejimandala@blog.planougm.ac.id)

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s